Sesak Nafas? Batuk Kering? Cek Berikut Ini Ciri-ciri Virus Corona

 

Perlu kita ketahui infeksi virus corona atau COVID-19 bisa menyebabkan kematian bagi sipenderitanya. Dapat kita ketahui beberapa ciri-ciri atau gejala dari virus tersebut yang mudah terjadi seperti flu, demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala, atau gejala penyakit infeksi berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Akan tetapi dari semua gejala atau ciri-ciri yang disebutkan tadi, ada 3 ciri khusus yang secara umum menandakan seseorang positif terkena infeksi virus ini sepertihalnya demam dengan suhu diatas  38 derajat celcius, batuk dan sesak nafas. 3 gejala tersebut yang dominannya terjadi pada sipenderita. Namun, gejala tersebut tidak langsung dialami, akan tetapi beberapa penelitian mengatakan bahwa gejala tersebut dapat muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar langsung dan positif terinfeksi virus tersebut.

Dari ciri-ciri atau gejala yang telah kita ketahui diatas bila terjadi pada anda atau orang terdekat anda seperti keluarga, kerabat maupun teman dan tetangga, segera kedokter bila positif terinfeksi virus tersebut, seperti yang disebutkan diatas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi langsung dengan penderita infeksi karena virus tersebut dapat menular dengan cepat sehingga para ahli kewalahan untuk sekedar menemukan bagaimana cara mengobati penderita yang terinfeksi virus tersebut. sehingga dalam hal ini, para tenaga medis lebih fokus pada pengelolaan gejala saat virus bekerja pada pasien. Sebelum pasien dinyatakan positif terinfeksi, pasien menjalani beberapa hal seperti swab tenggorok dan pemeriksaan laboratorium DNA dengan Polymerase Chain Reacion (PCR). Setelah itu akan dilakukan monitoring dan terapi kepada pasien. Monitoring dan terapi tersebut meliputi isolasi, implementasi PPL, serial foto toraks, suplementasi oksigen, antimikroba empiris, terapi siplomatik, terapi cairan, ventilasi mekanis, penggunaan vasopressor, observasi, serta pemilahan terapi penyakit penyerta.

Virus corona atau yang biasa kita kenal dengan sebutan COVID-19. Virus mematikan yang mengharuskan seluruh penduduk dibumi berdiam dirumah meninggalkan segala aktifitasnya diluar. Bahkan, buruknya lagi dari virus tersebut semua pelajar baik tingkat atas maupun menengah diharuskan untuk belajar daring (tidak tatap muka) baik mahasiswa yang sedang skipsi maupun rapat penting lainnya. sisi positifnya dari virus tersebut ialah bagaimana kita semua bisa mengetahui atau beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang super canggih dengan beragam aplikasi, hanya saja kurang kondusif karena belum terbiasa dengan hal tersebut. diam dirumah aja, dengan meninggalkan aktifitas diluar sepenting apapun demi memutus penyebaran virus corona, hal tersebut membuat semua orang berlomba-lomba menyediakan segala hal, baik dari segi makanan maupun vitamin dan obat-obatan untuk mengantisipasi segala hal yang akan terjadi selama diam dirumah. Akan tetapi diam dirumah bukan berarti diam dari segala aktifitas juga. Justru semakin kita tidak beraktifitas semakin mudah tubuh terserang oleh virus. Tidak mau kan, maka rajib berolahraga walaupun sekedar olahraga ringan.

Sumber: cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *